“Di tengah riuhnya rencana liburan, kereta api tetap hadir sebagai jalur tenang yang menghubungkan rindu, jarak, dan waktu.”
Bandung.madania.co.id – Di tengah denyut kota yang bersiap menyambut libur panjang Kenaikan Isa Almasih, roda-roda baja mulai berderak lebih awal.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menyambut gelombang antusiasme masyarakat dengan menyediakan 134.424 tempat duduk.
Sebuah langkah antisipatif untuk enam hari perjalanan yang diprediksi akan padat oleh rindu dan pulang.
Dalam penuturannya, Manager Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengungkapkan bahwa 67.016 tempat duduk khusus disediakan untuk para penumpang yang hendak meninggalkan Bandung menuju berbagai kota seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan penjuru Jawa Tengah lainnya.
“Kami memproyeksikan kenaikan signifikan jumlah pelanggan,” ucap Kuswardojo. “Karena itu, seluruh kereta reguler kami maksimalkan, dan dua kereta tambahan kami siapkandemi perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu.” Katanya, Senin (26/5/2025)
Dua Rangkaian Tambahan, Dua Jalur Harapan
Demi mengurai kerinduan yang ingin segera beranjak, KAI mengoperasikan dua kereta tambahan:
KA Parahyangan Fakultatif
Relasi: Bandung – Gambir (PP)
Kelas: Eksekutif
Jadwal: 29 Mei – 1 Juni 2025
Waktu tempuh: Berangkat Bandung 10.25 WIB – Tiba Gambir 13.13 WIB
KA Lodaya Tambahan
Relasi: Bandung – Solo Balapan (PP)
Kelas: Ekonomi & Eksekutif
Jadwal: 29 Mei – 2 Juni 2025
Waktu tempuh: Berangkat Bandung 10.10 WIB – Tiba Solo 18.50 WIB
Tiket Terbuka, Waktu Terbatas
Kuswardojo mengimbau masyarakat agar tidak menunda pembelian tiket. “Segera pesan lewat aplikasi Access by KAI, situs resmi, atau kanal penjualan terpercaya,” pesannya. Tanggal favorit tak pernah menunggu.
Bagi KAI Daop 2, katanya, libur panjang bukan sekadar lalu lintas penumpang tapi ini tentang pengalaman. Maka, stasiun-stasiun dijaga ketat, petugas disiagakan, dan jadwal disusun serapi mungkin.
“Kami ingin para pelanggan datang lebih awal, mengikuti aturan keselamatan, dan menikmati setiap detik perjalanan,” kata Kuswardojo. “Kereta api bukan hanya alat transportasi, namum lebih dari itu ia adalah ruang pulang yang bebas macet, ramah lingkungan, dan penuh cerita.”
Dan di tengah riuhnya rencana liburan, kereta api tetap hadir sebagai jalur tenang yang menghubungkan rindu, jarak, dan waktu.***























