Bandung, mada.akarmusic.com/ – Tren baru tengah terbentuk di dunia wisata berbasis transportasi darat. Jalur rel selatan Jawa kini bukan sekadar penghubung antar kota, melainkan jalur ekonomi wisata yang menghidupkan potensi daerah.
Data KAI Daop 2 Bandung mencatat, 59.125 wisatawan mancanegara menggunakan layanan kereta api dari Bandung selama sembilan bulan pertama 2025. Lonjakan ini tidak hanya menandai pulihnya mobilitas global, tetapi juga memperkuat kontribusi sektor transportasi terhadap perputaran ekonomi pariwisata nasional.
Dari total tersebut, lebih dari 81 persen wisatawan berangkat dari Stasiun Bandung, menunjukkan peran kota ini sebagai hub strategis wisata Jawa Barat. Sebagian besar wisatawan memilih Yogyakarta dan Jakarta sebagai tujuan akhir perjalanan.
Yang menarik, dua layanan KA Parahyangan Panoramic dan KA Papandayan Panoramic kini menjadi simbol kemewahan baru di jalur rel selatan. Kedua kereta ini menawarkan jendela kaca besar, kursi ergonomis, serta pengalaman visual yang langka di moda transportasi lain.
“Wisatawan asing banyak memilih KA Panoramic karena memberikan pengalaman visual yang spektakuler dari pegunungan dan lembah Priangan hingga perbatasan Jawa Tengah,” jelas Kuswardojo, Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung. Rabu (15/10)
Di sisi lain, dampak ekonomi dari tren ini mulai dirasakan oleh sektor penunjang—mulai dari kuliner, penginapan, hingga transportasi lanjutan di kota tujuan. Jalur kereta kini menjadi rantai nilai ekonomi baru yang menghubungkan wisatawan dengan destinasi lokal.
KAI pun terus berinovasi dengan menghadirkan sistem informasi berbahasa Inggris dan pembelian tiket online yang mudah diakses wisatawan asing. Langkah ini memperkuat posisi kereta api bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga motor penggerak ekonomi wisata lintas daerah.***
























